
Surabaya, Jawa Timur – MCCNews.id – Di tengah kesunyian malam yang mendalam pada bulan suci Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Kota Surabaya dan berbagai wilayah di Indonesia, menyambut dengan penuh harapan dan keikhlasan momen yang sangat mulia: Lailatul Qadar. Dalam ajaran Islam, malam ini dipercaya sebagai malam kelahiran Al-Qur’an dan memiliki nilai keistimewaan yang tak tertandingi, bahkan lebih berharga daripada seribu bulan.
Sejarah dan Asal Usul Lailatul Qadar
Menurut riwayat yang sahih, Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27, 29, atau beberapa malam ganjil terakhir dari bulan Ramadhan. Peristiwa penting ini dimulai ketika Nabi Muhammad SAW masih berada di Gua Hira’, di mana Malaikat Jibril AS datang untuk menyampaikan wahyu pertama Al-Qur’an, ayat-ayat dari Surat Al-‘Alaq. Pada malam itu pula, seluruh isi Al-Qur’an turun dari Lauh Mahfuz ke langit duniawi, untuk kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama periode 23 tahun.
Para ulama menjelaskan bahwa keistimewaan Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada turunnya Al-Qur’an, melainkan juga pada berkahnya yang melimpah dan kemudahan untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5 dinyatakan: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh berkah sampai terbit fajar.”
Keutamaan dan Manfaat yang Didapatkan
Malam Lailatul Qadar memberikan berbagai keutamaan yang luar biasa bagi setiap hamba yang menghabiskannya dengan penuh ketaatan. Pertama, amalan yang dilakukan pada malam ini akan mendapatkan pahala yang sama dengan melakukan amalan selama seribu bulan (sekitar 83 tahun). Kedua, setiap doa yang dipanjatkan pada malam ini akan dikabulkan oleh Allah SWT, sesuai dengan kehendak-Nya dan untuk kebaikan hamba. Ketiga, hamba yang beriman akan mendapatkan ampunan atas segala dosa yang pernah diperbuat, serta terbebas dari siksa neraka.
Selain itu, pada malam ini juga terjadi pengaturan segala urusan dunia dan akhirat oleh malaikat-malaikat yang turun ke bumi. Para malaikat membawa berkah, kebaikan, dan petunjuk bagi umat yang beriman. Umat Islam juga dipercaya akan mendapatkan keberkahan dalam rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan keluarga jika dapat menghayati makna Lailatul Qadar dengan benar.
Cara Menghidupi Lailatul Qadar dengan Benar
Para ulama memberikan panduan tentang cara yang tepat untuk menghabiskan Lailatul Qadar agar mendapatkan keberkahan yang maksimal. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Shalat Tarawih dan Witir dengan Khusyuk
Menjalankan shalat sunnah Tarawih dan Witir dengan penuh perhatian dan keikhlasan, serta membaca Al-Qur’an dengan teliti sambil memahami maknanya. Di berbagai masjid di Surabaya, mulai dari Masjid Agung Surabaya hingga masjid-masjid kecil di setiap lingkungan, diadakan salat Tarawih berjamaah yang diisi dengan kajian dan pembacaan Al-Qur’an secara merdu.
2. Membaca Al-Qur’an dan Berzikir
Menghabiskan waktu malam dengan membaca Al-Qur’an, baik secara individu maupun bersama keluarga. Selain itu, memperbanyak dzikir kepada Allah SWT, seperti membaca takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sebagai bentuk rasa syukur dan penghambaan.
3. Berdoa dengan Ikhlas
Memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk diri sendiri, keluarga, umat Islam seluruh dunia, serta untuk kebaikan negara dan bangsa. Doa yang diajukan pada malam ini diharapkan akan lebih mudah dikabulkan karena berkahnya yang melimpah.
4. Memberikan Sedekah dan Berbuat Kebaikan
Menyalurkan sedekah kepada yang membutuhkan, membantu saudara seiman yang kesusahan, dan melakukan berbagai bentuk kebaikan lainnya sebagai wujud penghayatan ajaran Islam yang penuh kasih sayang.
5. Beristijmar atau Mandi Wajib
Menjaga kebersihan diri dengan beristijmar atau mandi wajib sebelum melaksanakan ibadah pada malam itu, agar ibadah yang dilakukan lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.
Pandangan Ulama tentang Lailatul Qadar
Para ulama dari berbagai mazhab sepakat tentang keberadaan dan keistimewaan Lailatul Qadar. Imam Nawawi dalam kitabnya Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa menghabiskan Lailatul Qadar dengan ibadah adalah salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyatakan bahwa malam ini adalah kesempatan emas bagi setiap hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membersihkan diri dari segala dosa.
Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah memberikan panduan resmi tentang penghayatan Lailatul Qadar, mengingatkan umat Islam untuk tidak terjebak pada keyakinan yang tidak berdasar dan fokus pada amalan yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah.
Kegiatan Umat Islam di Surabaya Menyambut Lailatul Qadar
Di Kota Surabaya, umat Islam menyambut Lailatul Qadar dengan berbagai aktivitas keagamaan yang penuh makna. Banyak masjid dan mushola mengadakan malam pengajian khusus yang diisi dengan ceramah tentang keutamaan Lailatul Qadar, pembacaan Al-Qur’an secara bersama, dan doa bersama untuk kebaikan umat dan negara.
Beberapa lembaga pendidikan Islam dan organisasi kemasyarakatan juga menggelar kegiatan sosial, seperti pembagian makanan dan sembako kepada masyarakat kurang mampu, sebagai bentuk implementasi ajaran Islam yang mengutamakan kasih sayang dan solidaritas. Keluarga-keluarga Muslim di Surabaya juga biasanya menghabiskan malam itu bersama-sama, melakukan ibadah dan berbagi cerita tentang keistimewaan bulan Ramadhan serta Lailatul Qadar kepada anak-anak dan generasi muda.
Pesan Penting untuk Umat Islam
Para pemuka agama di Surabaya mengingatkan bahwa meskipun Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang luar biasa, namun ibadah yang dilakukan harus berdasarkan kesadaran dan keikhlasan yang tulus kepada Allah SWT. Tidak ada keharusan untuk melakukan amalan secara berlebihan hingga mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Yang paling penting adalah kualitas ibadah, bukan kuantitasnya.
Selain itu, Lailatul Qadar juga menjadi momentum untuk merenungkan makna kehidupan dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Pesan utama dari malam suci ini adalah pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT, serta menjaga tali silaturahmi dengan sesama manusia.
Penulis : (Irawan)

Tidak ada komentar