x

Kasatlantas Polres Sampang AKP Sulaiman: Tertib Lalu Lintas Dimulai dari Kesadaran dan Edukasi, Bukan Hanya Penindakan  

waktu baca 4 menit
Kamis, 14 Mei 2026 04:18 3 Redaktur

MCC NEWS.ID  || BERITA KEAMANAN & PENDIDIKAN MASYARAKAT

SAMPANG, 14 MEI 2026 – Menciptakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya tidak bisa hanya mengandalkan penindakan atau teguran semata. Diperlukan pendekatan yang humanis, edukatif, serta pembinaan berkelanjutan hingga ke pelosok desa, agar kesadaran tertanam dari hati setiap pengguna jalan. Hal inilah yang terus digaungkan dan diterapkan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Sampang, AKP Sulaiman, S.H., M.H., dalam setiap langkah tugasnya.

Bagi AKP Sulaiman, tugas besar Satlantas bukan sekadar menertibkan pelanggaran, tetapi lebih jauh lagi adalah mencerdaskan masyarakat agar paham akan aturan, fungsi rambu, dan risiko yang mengancam jika melanggar ketentuan yang berlaku. Prinsip ini yang selalu ia pegang teguh dan wariskan kepada seluruh anggota jajarannya di lapangan.

“Bagi kami, pendidikan dan pembinaan adalah kunci utama. Mengubah perilaku berlalu lintas itu butuh proses, butuh pendekatan, dan butuh pemahaman yang benar. Masyarakat harus tahu mengapa aturan itu dibuat, apa bahayanya jika dilanggar, dan bagaimana cara berjalan aman. Kalau sudah paham dan sadar, maka kepatuhan akan tumbuh sendiri secara sukarela, jauh lebih kuat daripada kepatuhan karena takut ditilang saja,” ujar AKP Sulaiman saat ditemui di Mapolres Sampang.

Sepanjang masa baktinya memimpin Satlantas Polres Sampang, AKP Sulaiman konsisten membawa semangat baru dalam pelayanan. Ia memerintahkan anggotanya untuk turun tidak hanya ke jalan raya utama, namun masuk ke sekolah-sekolah, majelis taklim, kelompok tani, hingga perkumpulan pemuda di desa-desa se-Kabupaten Sampang. Program seperti Polisi Sahabat Anak, Edukasi Keselamatan Berkendara, dan Sosialisasi Aturan Baru selalu ia kawal langsung agar pesannya sampai dengan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan.

Ia menekankan bahwa di wilayah Madura yang memiliki karakter masyarakat tegas dan berprinsip, pendekatan kekerasan atau kaku justru sering kali memicu gesekan. Sebaliknya, pendekatan persuasif, sopan, dan penuh penjelasan akan jauh lebih diterima dan dihargai.

“Polisi itu pelindung, pengayom, dan pelayan. Saat kami menegur atau menindak, tujuannya bukan menghukum, tapi menyelamatkan nyawa. Kami ingin setiap warga Sampang yang berangkat dari rumah bisa pulang kembali dengan selamat, utuh, dan bahagia bersama keluarga. Itu keberhasilan sesungguhnya bagi kami,” tambahnya dengan nada tulus.

Di mata para anggotanya, AKP Sulaiman dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun lembut, disiplin namun tetap mengayomi. Ia selalu mengingatkan bahwa setiap anggota adalah teladan. Sebelum menertibkan orang lain, polisi sendiri harus menjadi contoh kepatuhan yang paling utama.

“Anggota Satlantas adalah wajah kepolisian yang paling sering bertemu masyarakat. Sikap, tutur kata, dan perilaku kami di jalan adalah cerminan Polri seutuhnya. Maka dari itu, saya selalu ingatkan: bersikaplah sopan, santun, dan berwibawa. Berikan teladan terbaik,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada pengguna jalan umum, AKP Sulaiman juga sangat memperhatikan keselamatan pengendara muda dan pelajar. Ia mendorong agar materi keselamatan lalu lintas dimasukkan ke dalam pembiasaan di sekolah, sehingga generasi penerus tumbuh dengan budaya tertib sejak dini.

“Kalau sejak kecil anak-anak sudah diajarkan cara menyeberang jalan yang benar, cara naik kendaraan yang aman, dan arti penting rambu lalu lintas, nanti saat dewasa mereka akan tumbuh menjadi pengguna jalan yang bijak. Itu investasi keselamatan jangka panjang bagi daerah kita,” ungkapnya.

Langkah-langkah strategis dan pendekatan mendidik yang dibawa AKP Sulaiman ini mulai membuahkan hasil. Berdasarkan data internal Polres Sampang, angka pelanggaran yang berulang mulai menurun, serta angka kecelakaan lalu lintas di beberapa titik rawan juga tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat pun mulai lebih akrab dan terbuka saat berinteraksi dengan petugas kepolisian di jalan raya.

AKP Sulaiman menegaskan, upaya ini tidak akan berhenti. Selama masih ada warga yang belum paham aturan, selama masih ada nyawa yang terancam di jalan, maka tugas pembinaan dan pendidikan akan terus digencarkan.

“Kami tidak akan puas hanya dengan angka statistik. Kepuasan kami adalah saat jalanan Sampang aman, tertib, dan bebas dari kecelakaan. Mari kita sama-sama wujudkan budaya tertib, karena tertib lalu lintas adalah cermin kematangan dan peradaban masyarakat yang maju,” pungkas AKP Sulaiman.

Sosok AKP Sulaiman menjadi bukti nyata bahwa dengan pendekatan yang baik, mendidik, dan berhati pelayan, tugas berat menjaga ketertiban lalu lintas dapat berjalan efektif sekaligus membangun kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat.

(Tim Redaksi MCC News)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x