x

Sakit Hati Tak Dihormati Dan Diselingkuhi, Badut Jalanan di Mojokerto Bunuh Mertua juga Aniaya Istri  

waktu baca 3 menit
Senin, 11 Mei 2026 14:10 7 Redaktur

MCC NEWS.ID  || BERITA HUKUM & KRIMINAL

MOJOKERTO, 11 MEI 2026 – Tragedi kekerasan berdarah mengguncang wilayah Kabupaten Mojokerto. Seorang pria berinisial Satuan (42 tahun), yang sehari-hari bekerja sebagai badut jalanan sekaligus penjual balon dan mainan anak, ditangkap polisi setelah nekat membunuh ibu mertuanya sendiri dan menganiaya istrinya hingga luka serius. Aksi brutal ini dilakukan pelaku karena tak kuat lagi menahan rasa sakit hati, merasa tidak dihargai, dan mengetahui istrinya berselingkuh.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga yang mendengar teriakan minta tolong dan keributan hebat dari sebuah rumah di kawasan Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, pada Sabtu (9/5/2026) malam. Saat tim kepolisian Polsek Mojosari tiba di lokasi, mereka menemukan sesosok jenazah wanita paruh baya bernama Siti Aminah (65 tahun) tergeletak bersimbah darah di ruang tengah, dengan luka tajam di bagian leher dan dada. Tak jauh dari situ, ditemukan juga korban kedua yaitu istrinya pelaku, Sri Wahyuni (35 tahun), dalam kondisi babak belur, penuh luka memar dan robekan di sekujur tubuh, namun masih bernyawa.

Berdasarkan keterangan penyidik,  kurang dari 6 jam pelaku langsung diamankan di lokasi asem Rowo Surabaya. Dari hasil interogasi awal, Satuan mengaku perbuatannya itu dipicu amarah yang sudah memuncak sejak lama. Ia merasa sebagai seorang suami tidak pernah dihormati dan dianggap tidak ada oleh istrinya maupun keluarganya. Puncaknya, ia mengetahui fakta bahwa Sri Wahyuni telah berselingkuh dengan pria lain, hal itu membuat harga dirinya hancur dan rasa sakit hati tak lagi tertahankan.

“Saya bekerja keras cari uang jadi badut, jual balon demi nafkahin keluarga, tapi saya tidak pernah dianggap. Selalu dicemooh, dibilang pekerjaan rendah, tidak punya apa-apa. Terakhir saya tahu dia main hati sama orang lain, rasanya hati saya hancur, sudah tidak tahan lagi,” ungkap Satuan dengan nada pilu di hadapan penyidik, mengaku sangat menyesali perbuatannya namun sudah terlanjur terbawa emosi.

Berdasarkan pengakuan pelaku, malam itu ia kembali bertengkar hebat dengan istrinya soal perselingkuhan dan sikap istrinya yang selalu meremehkan. Pertengkaran memanas hingga terdengar oleh ibunya Sri Wahyuni yang tinggal serumah. Sang ibu justru membela anak perempuannya dan ikut menyinggung pekerjaan serta harga diri Satuan. Karena emosi sudah tak terkontrol, pelaku mengambil benda tajam yang ada di dapur, lalu menusuk dan menyayat leher ibu mertuanya hingga tewas seketika. Istrinya pun tak luput, dipukuli dan dianiaya dengan benda keras hingga tak berdaya.

Kapolsek Mojosari, AKP Bambang Sutrisno, S.H.,  dan Satreskrim polres Mojokerto AKP.Aldino Prima  Wirdan membenarkan kasus ini dan menjelaskan kronologinya secara rinci. “Motif utamanya adalah masalah rumah tangga, rasa tidak dihargai, dan perselingkuhan. Pelaku mengaku sudah lama menekan perasaannya, dan kejadian malam itu menjadi puncak kemarahan yang meledak. Kami sudah amankan barang bukti berupa senjata tajam yang dipakai, serta sisa-sisa pertengkaran di lokasi,” jelasnya.

Kini, Satuan resmi berstatus tersangka dan ditahan di sel tahanan Polres Mojokerto. Ia dijerat pasal berlapis: Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, Sri Wahyuni yang menjadi korban penganiayaan kini masih dirawat intensif di RSUD Mojokerto, kondisinya perlahan membaik namun masih syok berat atas kejadian yang menimpa keluarganya.

Pihak kepolisian berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, agar setiap masalah rumah tangga dapat diselesaikan melalui jalan damai atau konsultasi, bukan dengan kekerasan yang justru menghancurkan masa depan sendiri dan orang lain.

(Tim Redaksi MCC News )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x