x

Menkumham Hadir Langsung di Surabaya, Tinjau 200 Siswa Korban Keracunan MBG Dan Panggil Semua Pihak Terkait  

waktu baca 3 menit
Kamis, 14 Mei 2026 03:00 5 Redaktur

MCC NEWS.ID  || BERITA NASIONAL & DAERAH

SURABAYA, 14 MEI 2026 – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Natalius Pigai, melakukan kunjungan kerja resmi ke Kota Surabaya pada Rabu, 13 Mei 2026, dalam rangka menindaklanjuti insiden keracunan massal yang menimpa sekitar 200 siswa jenjang TK, SD, dan SMP usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kunjungan ini dilakukan langsung ke lokasi perawatan korban dan diikuti rapat evaluasi mendalam bersama pemerintah daerah, pengelola program, dan pihak terkait lainnya.

Adapun kedatang Menkumham yakni pada

– Tanggal: Rabu, 13 Mei 2026

– Waktu: Pukul 10.00 WIB hingga selesai

– Lokasi kunjungan: RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya, Puskesmas Tembok Dukuh, dan Gedung DPRD Kota Surabaya

– Tujuan: Meninjau langsung kondisi korban, memastikan penanganan medis berjalan baik, serta meminta pertanggungjawaban alasan terjadinya kegagalan pelayanan yang membahayakan hak hidup dan kesehatan anak-anak.

Insiden keracunan terjadi pada Senin, 11 Mei 2026 sekira pukul 09.00 WIB, saat para siswa dari 12 sekolah di kawasan Kecamatan Bubutan dan Tembok Dukuh memakan menu olahan daging krengsengan yang dipasok oleh satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Tak lama setelah makan, ratusan anak mulai mengeluh pusing, mual, muntah, hingga lemas, dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat .

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Surabaya, total ada sekitar 200 siswa yang terdampak. Sebanyak 130 anak di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif, sementara 7 anak masih menjalani observasi medis hingga kemarin, namun kondisi keseluruhan dinyatakan stabil dan berangsur pulih. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti apakah dari bahan baku, proses pengolahan, atau kebersihan.

Di hadapan awak media usai meninjau korban, Menkumham Natalius Pigai menegaskan bahwa insiden ini sangat serius karena melibatkan hak dasar anak dan amanah negara.

“Saya datang ke sini khusus karena laporan bahwa ada 200 anak-anak kita keracunan. Ini bukan hal sepele. Program MBG tujuannya sejahterakan anak, tapi malah jadi bencana kalau pelaksanaannya ceroboh. Hak anak untuk hidup sehat adalah hak asasi mutlak, harus dijaga negara,” tegas Natalius Pigai di RSIA IBI Surabaya, Rabu siang.

Ia mengungkapkan temuan awal: dapur SPPG yang bermasalah ternyata memaksakan kapasitas pelayanan terlalu besar, pengawasan lemah, dan standar higienitas tidak dipenuhi. Menkumham juga langsung memanggil Wali Kota Surabaya, Kepala Badan Gizi Nasional wilayah Jatim, serta pengelola dapur untuk rapat tertutup di DPRD Surabaya guna meminta penjelasan rinci dan langkah perbaikan segera.

“Saya minta ada evaluasi menyeluruh, hentikan dulu operasional dapur yang bermasalah, tanggung seluruh biaya pengobatan korban, dan siapa yang lalai harus bertanggung jawab secara hukum maupun administrasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian yang mencelakai anak-anak,” tambahnya.

TINDAK LANJUT YANG DIPUTUSKAN

1. Penghentian sementara seluruh distribusi dari dapur SPPG Tembok Dukuh sampai dinyatakan aman dan lulus uji kelayakan.

2. Semua biaya pengobatan, pemeriksaan, dan pemulihan korban ditanggung penuh oleh penyelenggara program.

3. Akan dilakukan audit menyeluruh ke seluruh dapur MBG di Surabaya dan Jawa Timur.

4. Pemerintah akan memastikan proses hukum berjalan jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran aturan.

Pihak Pemkot Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan siap mendukung sepenuhnya arahan Menkumham dan meminta maaf atas kejadian ini, berjanji memperketat pengawasan di setiap tahap mulai bahan baku, pengolahan, hingga penyaluran makanan ke sekolah.

Sampai berita ini diturunkan, seluruh siswa korban dinyatakan kondisinya aman dan mulai diperbolehkan pulang berangsur-angsur, namun tetap dalam pemantauan tim kesehatan.

(Tim Redaksi MCC News)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x