x

Tragedi di Pantai Tajungan Sampang: Bocah 11 Tahun Tewas Terseret Ombak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian  

waktu baca 2 menit
Minggu, 10 Mei 2026 08:42 15 Redaktur

MCC NEWS  | BERITA PERISTIWA

SAMPANG, 10 MEI 2026 – Peristiwa nahas kecelakaan laut kembali mengguncang wilayah Kabupaten Sampang, tepatnya di Pantai Tajungan, Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Minggu pagi ini. Seorang anak kecil berusia 11 tahun bernama Ahmad Badrus Sholeh Alfaqih, warga Dusun Paneneran, Desa Tamberu Barat, dilaporkan hilang terbawa arus ombak saat bermain di bibir pantai, dan kemudian ditemukan meninggal dunia setelah pencarian gabungan berlangsung berjam-jam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi mata dan pihak berwenang, musibah bermula sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu korban bersama tiga orang temannya sedang melakukan kebiasaan rutin lari pagi di sekitar pesisir. Setelah berolahraga, korban dan kawan-kawan memilih bermain sekaligus berendam di tepi pantai yang saat itu kondisi ombak cukup tinggi dan arus laut terbilang deras. Tanpa diduga, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyeret tubuh korban ke tengah laut.

Salah satu teman korban sempat berusaha menolong dan memegang tangan korban, namun tenaga arus terlalu kuat sehingga genggaman terlepas dan korban lenyap dari pandangan. Teman-temannya langsung berteriak minta tolong dan melapor ke warga sekitar serta aparat setempat.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan segera dikerahkan ke lokasi, terdiri dari unsur Basarnas Sampang, BPBD, Pos AL Banyuates, Samapta Polres Sampang, Polsek Sokobanah, serta puluhan warga sukarelawan. Pencarian dilakukan dengan menyisir sepanjang garis pantai dan ke arah laut, namun kondisi air yang keruh dan arus kencang sempat menyulitkan proses penemuan.

Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan oleh warga sekitar jarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan terdapat sedikit luka memar di bagian kepala akibat benturan dengan benda keras atau karang. Jasad langsung dibawa ke darat dan diserahkan ke keluarga untuk proses pemakaman sesuai adat istiadat setempat.

Kepala Seksi Operasi BPBD Sampang, saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa kejadian ini murni kecelakaan akibat faktor alam. “Kondisi laut pagi ini memang sedang pasang tinggi dan arus cukup kuat. Kami mengimbau seluruh warga, terutama anak-anak, agar berhati-hati dan tidak beraktivitas di pinggir pantai saat cuaca sedang tidak bersahabat atau ombak sedang besar,” ujarnya.

Kapolsek Sokobanah juga menambahkan, pihaknya akan memasang papan peringatan di titik rawan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi keselamatan laut kepada warga.

Saat ini jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga besar dan telah dimakamkan dengan khidmat. Warga setempat turut berduka cita dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

 

(Tim Redaksi MCC News )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x